Anies Baswedan: Guru Tidak Dapat Digantikan Teknologi

Keterangan Gambar : Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta pada pembukaan rapat koordinasi nasional Ikatan Guru Indonesia (IGI) dalam ajang GESS 2018 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), 26-28 September 2018.(Dok. GESS)

Anies Baswedan: Guru Tidak Dapat Digantikan Teknologi

KOMPAS.com - Peran guru turut menjadi sorotan dalam acara pameran dan konferensi edukasi "GESS 2018 Indonesia" yang berlangsung 26-28 September 2018, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Pada pembukaan rapat koordinasi nasional Ikatan Guru Indonesia (IGI), Anies Rasyid Baswedan, Gubernur DKI Jakarta menyampaikan di tengah fenomena teknologi yang mengubah dunia pendidikan, guru tetap menjadi jangkar strategis dalam proses edukasi. Guru tidak tergantikan teknologi “Jika hanya repetisi, teknologi ganti memfasilitasi kegiatan mengajar tersebut. Namun guru punya peranan signifikan dalam membagikan nilai-nilai positif dan menginspirasi murid-muridnya. Guru tidak dapat digantikan oleh teknologi,” demikian disampaikan Anies dalam gelaran acara tersebut. Baca juga: Pameran Pendidikan GESS Indonesia, Memajukan Pendidikan Era Teknologi Kerjasama IGI dan penyelenggara GESS telah dilakukan sejak pertama kalinya asosiasi tersebut berdiri, bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Budaya serta Dewan Pendidikan Jakarta untuk membantu pengembangan profesional para guru melalui berbagai presentasi dan workshop gratis untuk para pengajar profesional. “Sebagai kepala sekolah, saya melihat pentingnya bagi para guru untuk mendapatkan professional development dalam meningkatkan keahlian dan kemampuan mereka," ujar Yohana Yance, Kepala Sekolah St Paulus Elementary School Jakarta. Tren "bring your own device" Yohana menambahkan, teknologi bisa membantu tapi juga penting bagi kita untuk mengatur bagaimana teknologi diakses dan digunakan tidak hanya untuk para guru, tapi juga murid. Dalam kesempatan yang sama, Craig Hansen, Transformation Technologist  dan Steven Sutantro Google Certified Trainer  mengharapkan sekolah-sekolah di Indonesia dapat menyambut dan berinvestasi lebih pada fokus pendidikan baru berbasis teknolgi dan aplikasi.  Sutantro dan Hansen mengonfirmasi peningkatan kegiatan "bring your own device"  di sekolah sebagai sebuah tren yang dilihat akan terus berjalan seiring dengan perubahan ruang lingkup edukasi di Indonesia yang semakin mengarah ke arah digital. Prediksi perkembangan EdTech Beberapa enterpreneur di startup pavilion GESS Indonesia menunjukkan optimisme mereka terhadap prospek bisnis mereka di masa depan. Sony Eko Yanuar, Head of Operation Indonesia EdTech Association (INETA) mengatakan bahwa pasar startup untuk edtech diproyeksikan akan besar pada 5 hingga 10 tahun mendatang. “Sistem belajar online akan menjadi titik poin utama melihat banyak murid berharap dapat mengambil kuliah atau belajar online untuk topik-topik spesifik yang mereka suka," jelas Sony. Sementara itu, kekhawatiran para guru mengenai murid merasa jenuh dan bosan dijawab Surtina, Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang, dengan menyarankan para guru berinovasi dalam penggunaan media untuk meningkatkan semangat dan partisipasi murid dalam belajar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anies Baswedan: Guru Tidak Dapat Digantikan Teknologi", https://edukasi.kompas.com/read/2018/09/27/18073381/anies-baswedan-guru-tidak-dapat-digantikan-teknologi
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Tuliskan Komentar Anda disini

Captcha tidak terbaca? klik disini untuk refresh.

Subscribe To Newsletter

Every week Get our latest update to your email.

!