Disdikbud Kaltim bersinergi dengan BNNP Kaltim Berantas Penyalahgunaan Narkoba

Keterangan Gambar : Drs. Raja Haryono, SH., M.Hum Kepala BNNP Kaltim saat memberikan sambutan

Disdikbud Kaltim bersinergi dengan BNNP Kaltim Berantas Penyalahgunaan Narkoba

Balikpapan - Berdasar Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 (Inpres 6/18) ditandatangani 28 Agustus 2018. Inpres 6/18 menjadi landasan bertindak bagi seluruh lembaga/instansi pemerintah baik Pusat dan Daerah dalam melaksanakan P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba) dan harus dilaporkan realisasi capaian kinerja kepada Presiden.

Prioritas Rencana Aksi Inpres 6/18 yaitu Bidang Pencegahan dengan mengkampanyekan Publik Anti Narkoba, Deteksi Dini, Pendidikan Anti Narkoba, Pemberdayaan Masyarakat, Bidang Pemberantasan dengan pembersihan tempat kawasan rawan narkoba, pengawasan pintu masuk negara, Rumah Tahanan Narkotika dan Sistem Interdiksi Terpadu, Bidang Rehabilitasi dengan melakukan peningkatan Kapasitas Layanan Rehabilitasi dan Layanan Kapasitas Pascarehabilitasi dan Bidang Litbang dengan melakukan pengembangan riset Permasalahan Narkoba dan pengintegrasian data P4GN.

Sinergitas BNN RI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terealisasi dengan disepakatinya MoU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika dan Prekursor Narkotika. MoU ini lalu ditindak lanjuti pada tingkat Daerah.

Bertempat di Hotel Blue Sky Balikpapan diadakan penandatanganan kerjasama oleh Kepala BNN Prov. Kaltim Drs. Raja Haryono, SH., M.Hum dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kaltim Anwar Sanusi, M.Pd.

Rencana Kegiatan yang akan dilaksanakan bersama ini selain menyebarluaskan Informasi P4GN, Pembentukan Pegiat Anti Narkoba, Tes Urin, Pengembangan Materi P4GN yang Terintegrasi dengan Kurikulum dan juga pemberian layanan pendidikan bagi Peserta Didik yang berhadapan hukum.

Drs. Raja Haryono menyampaikan dunia pendidikan terdapat generasi muda yang akan meneruskan kehidupan di bangsa ini harus dipersiapkan dengan pendidikan dan pengetahuan mengenai penyalahgunaan narkoba.

"Bagaimana para guru disini sebagai pengajar dan pendidik bisa mengajarkan ke anak didik kita ini agar tidak terpapar dengan penyalahgunaan narkotika, karena narkotika sudah masuk ke dalam semua profesi, ada, di kota sampai daerah juga ada jadi generasi muda jangan sampai terpapar narkotika." pesan Raja.

"Dibutuhkan aparatur yang berintegritas dan berkomitmen tinggi dalam bertugas memberantas kejahatan narkoba." tambah Raja.

Kegiatan yang sama juga tertuang dalam Perda Kaltim No. 7 Tahun 2017 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkotika, yaitu tertuang pada pasal 13 yang berjudul Pencegahan di Satuan Pendidikan.

Acara Penandatangan dibarengi dengan Sosialisasi Dana Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kaltim. hrm

 

 

  • Tags:

Ada 1 Komentar untuk Update Ini

Tuliskan Komentar Anda disini

Captcha tidak terbaca? klik disini untuk refresh.

Subscribe To Newsletter

Every week Get our latest update to your email.

!