Kegiatan Bimbingan Teknis Operator Dapodik Sekolah Jenjang SMA dan SMK Se-Kota Samarinda Tahun 2020

Kegiatan Bimbingan Teknis Operator Dapodik Sekolah Jenjang SMA dan SMK Se-Kota Samarinda Tahun 2020

Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan Bimbingan Teknis Operator Dapodik Sekolah Jenjang SMA dan SMK Wilyah Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur bertempat di Ruang Kersik Luway Lantai 4 Disdikbud Prov. Kaltim Jalan Basuki Rahmat No. 5, Samarinda. (26/11).

Dasar pelaksanaan Bimtek Operator Dapodik Sekolah berasal dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 79 Tahun 2015 tentang Data Pokok Pendidikan, Permendikbud RI No. 19 Tahun 2019 tentang Pembayaran Tunjangan Profesi Guru, dan Dokumen pelaksaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Tahun Anggaran 2020.

Dalam pembukaan kegiatan yang diadakan selama 2 hari tersebut yaitu mulai 26 - 27 November 2020 tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kaltim Anwar Sanusi, M.Pd menyampaikan bahwa Disdikbud Prov. Kaltim telah melakukan langkah-langkah strategis untuk mendukung terwujudnya kualitas pendidikan melalui sistem pendataan cepat, lengkap, valid, akuntanbel dan up to date yang merata di seluruh satuan pendidikan khususnya bidang SMA dan SMK di wilayah Provinsi Kalimantan Timur, melalui Bimtek Operator Dapodik Sekolah.

Ia menambahkan dengan terlaksananya kegiatan Bimtek ini untuk menghindari kesalahan input data yang sering terjadi pada sistem Dapodik.

Pada wawancara yang dilakukan setelah pembukaan kegiatan tersebut, ia mengatakan bahwa "Sistemnya sudah bagus, tapi kalau yang input data tidak bagus, hasilnya juga tidak akan bagus. Kalau isinya bagus, pasti hasilnya juga bagus. Apa penyebabnya? Data yang diinput sudah dimanipulasi duluan, misalnya data yang masuk ada lebih dari 5 guru tapi nyatanya hanya punya 5 guru di sekolah, terus kelasnya kurang ternyata sama mereka ditambahin, ini semua dilakukan supaya akreditasinya A, padahal pelaksanaannya di sekolah tidak lengkap”, ungkap Anwar.

“Sumber masalahnya ada di sekolah”, tambahnya.

Anwar juga mengharapkan agar sekolah bisa mengisi data dengan valid setelah dilakukannya Bimtek ini.

“Kenyataannya harus benar, jangan dimanipulasi, sehingga nanti kalau saya ingin mengambil keputusan dan kebijakan tidak salah. Kalau orang ngomong di sekoalh itu kekurangan gedung atau kelas, ya akan saya bangunkan gedung dan kelasnya, tapi kalau cuma nyari akreditasinya saja dengan data manipulasi ya tidak akan bisa saya bantu walau nanti ternyata aslinya memang butuh bangunan baru” tambahnya.

Peserta yang mengikuti Bimtek ini berjumlah 140 orang yang terdiri dari Operator Dapodik dan Waka Kurikulum Jenjang SMA dan SMK Negeri dan Swasta Se-Kota Samarinda.

Pemateri dan Fasilitator pada kegiatan ini adalah Kadisdikbud, Kabid Pembinaan Disdikbud Prov. Kaltim, Kasi atau Staf  Bidang Pembinaan Disdikbud Prov. Kaltim, dan FKIP Universitas Mulawarman.

  • Tags:

Tuliskan Komentar Anda disini

Captcha tidak terbaca? klik disini untuk refresh.

Subscribe To Newsletter

Every week Get our latest update to your email.

!