Pelatihan Penyusunan Data Bahan Kajian Cagar Budaya dan Permuseuman

Keterangan Gambar : Sambutan Oleh Muhammad Sa

Pelatihan Penyusunan Data Bahan Kajian Cagar Budaya dan Permuseuman

Dalam rangka mensosialisasikan UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur menginstruksikan setiap orang yang memiliki atau menguasai cagar budaya, agar mendaftarkannya kepada pemerintah kabupaten/kota. Registrasi nasional ini tidak dipungut biaya.

     Tiap benda cagar budaya adalah sumber sejarah. Agar nilai sejarahnya tetap melekat pada benda tersebut, dibutuhkan sistem registrasi untuk memberikan perlindungan atas benda, situs, maupun kawasan cagar budaya, kata Muhammad Sa’bani, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu pada saat Pelatihan Penyusunan Data Bahan Kajian Cagar Budaya dan Permuseuman

 

                                 Sambutan oleh Muhammad Sa’bani Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur

Menurut Muhammad Sa’bani, setiap kabupaten atau kota harus berpartisipasi melakukan registrasi terhadap benda, bangunan, struktur, dan lokasi yang diduga sebagai cagar budaya meskipun tidak memiliki atau menguasai. Cagar budaya yang didaftarkan akan diuji kelayakannya sebagai cagar budaya atau bukan cagar budaya, oleh tim ahli yang sudah disertifikasi. "Tidak semua benda bisa disebut sebagai cagar budaya. Ada kriteria tertentu yang sudah diatur di undang-undang," ujar Muhammad Sa’bani.

     Pemerintah kabupaten/kota akan mentransfer data registrasi cagar budaya tersebut ke tingkat propinsi, kemudian ditransfer lagi ke tingkat nasional, untuk dimasukkan dalam sebuah database, yang rencananya bisa diakses oleh masyarakat. Prinsipnya, apapun yang didaftarkan tetap harus menjaga keselamatan benda dan juga pemilik. Oleh karena itu, informasi yang sifatnya rahasia dan bisa mengganggu kenyamanan pemilik cagar budaya, maka tidak akan bisa diakses, tutup Sa’bani.

Selain Melakukan praktik registrasi cagar budaya nasional peserta juga melakukan identifikasi benda-benda bersejarah yang menjadi koleksi Museum Situs Penguburan Gunung Selendang Sangasanga dan Penjara Belanda di Sangasanga. Identifikasi itu sekaligus merupakan pengkajian awal terkait riwayat benda-benda bersejarah tersebut.

 

                                                                  Peserta melakukan praktik Registrasi Cagar Budaya

Menurut staff bidang Kebudayaan Kab.Paser Hermawan, dengan melakukan peraktik pendataan benda-benda bersejarah yang ada di Museum ini merupakan yang pertama dilakukan.

Selama ini, lanjut dia, benda-benda bersejarah yang menjadi koleksi museum di kabupatennya belum ada penjelasan secara lengkap terkait masing-masing benda tersebut. Diharapkan dalam rangka melakukan identifikasi serta pengkajian terhadap benda-benda bersejarah tersebut sehingga nantinya diketahui riwayatnya masing-masing.

Identifikasi semua benda-benda bersejarah tersebut, dilakukan selama satu har. "Jika semua koleksi ada deskripsinya secara lengkap, tentunya makin menarik dan menambah informasi bagi masyarakat," ujarnya.

                                Peserta melakukan indentifikasi benda cagar budaya koleksi Museum Situs Penguburan Sangasanga

Benda-benda bersejarah yang diidentifikasi mulai dari masa klasik hingga ada alat musik berupa gamelan serta keris. Dalam melakukan identifikasi dan pengkajian tersebut, Tim menerjunkan empat personel dengan keahlian berbeda-beda. Ada yang memiliki keahlian di bidang pengkajian, pengolah data, dokumentasi, serta konservator.

                                                                  Peserta melakukan pengukuran bangunan Penjara Belanda

 

  Peserta melakukan pengukuran dan identifikasi koleksi Lungun Penguburan suku dayak yg merupaka Koleksi Museum Situs Penguburan Sangasanga

Ia mengaku sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini karena nantinya semua benda cagar budaya akan dilengkapi dengan deskripsi yang lengkap karena sebelumnya hanya keterangan nama benda, lokasi dan tanggal temuan, serta keterangan sedikit. Harapan ke depannya, kata dia, Museum Lokal Kabupaten bisa diminati masyarakat dan menjadi salah satu tempat yang memberikan edukasi.

  • Tags:

Tuliskan Komentar Anda disini

Captcha tidak terbaca? klik disini untuk refresh.

Subscribe To Newsletter

Every week Get our latest update to your email.

!