Pembukaan Pameran Temporer : The Native People of Borneo

Pembukaan Pameran Temporer : The Native People of Borneo

Tenggarong - UPTD Museum Negeri Kalimantan Timur "Mulawarman" adalah sebuah lembaga teknis dibidang kebudayaan, museum memiliki peran strategis dalam rangka mempromosikan kebudayaan suatu daerah. Museum memiliki tugas mengumpulkan, merawat, memamerkan dan menyebarluaskan informasi sejarah dan kebudayaan kepada masyarakat melalui koleksi yang dimiliki. (23/9).

Pameran Kontemporer yang mengangkat tema "The Native People of Borneo" ini mengangkat kebudayaan Dayak Pedalaman yang merupakan suku asli di Kalimantan. Adapun suku Dayak terbagi menjadi 405 sub rumpun keluarga dengan enam rumpun besar yakni Apokayan (Kenyah-Kayan-Bahau), Ot Danum-Ngaju, Iban, Murut, Klemantan dan Punan. Suku Dayak Punan dianggap sebagai suku Dayak yang paling tua mendiami pulau Borneo. Sementara rumpun Dayak yang lain merupakan rumpun hasil asimilasi antara Dayak Punan dan kelompok proto melayu (nenek moyang Dayak yang berasal dari Yunnan). Suku Dayak yang mendiami Kalimantan Timur antara lain Dayak Benuaq, Dayak Lepaut Tau, Dayak Lumdayeh, Dayak Umaq Lekan dan Dayak Tagol.

Pameran berlokasi di Museum Mulawarman Jl. P. Diponegoro No. 26 Kutai Kartanegara, dengan menerapkan protokol kesehatan. Menurut Ketua Penyelenggara Drs. Zularfi pengunjung dibatasi dengan membagi waktu dan jumlah pengunjung.

"Kita membatasi jumlah pengunjung sesuai surat edaran Bupati Kukar mengenai pembatasan kegiatan yang mengundang orang banyak maksimal 20 orang, maka kami buat pengaturan jam dan jumlah siswa/pendamping mengikuti surat edaran Bupati dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sebelum memasuki area pameran." ucap Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Museum Mulawarman tersebut.

Pembukaan Pameran Kontemporer kali ini dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke 21, Kapolresta Tenggarong, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kaltim, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Prov. Kaltim dan Kepala UPTD Taman Budaya.

Untuk waktu penyelenggaraan pameran dimulai pada 23 - 28 September 2020 dengan memamerkan benda peninggalan hasil budaya cipta karsa dari masyarakat Dayak seperti benda seni, alat angkut, senjata dan teknologi yang dimiliki dan dilestarikan suku Dayak.

Sultan Kutai Kartanegara ke 21 Sultan H. Adji Muhammad Arifin menyambut baik dan mengharapkan generasi muda yang belum mengerti sejarah zaman dahulu bisa mempelajarinya dan menambah pengetahuan sesuai yang dipelajari disekolah.

"Anak-anak kita generasi muda kebanyakan tidak mengetahui sejarah yang ada didaerahnya, maka para pelajar harus menghadiri pameran-pameran seperti ini untuk bisa menyamakan pengetahuan yang dipelajari disekolah." ungkap Sultan Kutai Kartanegara ke 21 tersebut.

 

  • Tags:

Tuliskan Komentar Anda disini

Captcha tidak terbaca? klik disini untuk refresh.

Subscribe To Newsletter

Every week Get our latest update to your email.

!