SOSIALISASI KAJIAN CAGAR BUDAYA DAN PERMUSEUMAN 2 TAHUN 2019

SOSIALISASI KAJIAN CAGAR BUDAYA DAN PERMUSEUMAN 2 TAHUN 2019

Terbentuknya awal kerajaan Paser, Haji Aji Abdoel Rasyid dan kawan-kawan yang ditulis oleh M.Irfan lqbal, et.al. Dalam bukunya yang berjudul “Budaya dan Sejarah Kerajaan Paser” mengatakan terbentuknya Kerajaan Paser pada tanggal 2 Safar tahun 9 Hijriyah atau tahun 630 Masehi. Pada saat Putri Petong berusia 22 tahun dilantik atau dinobatkan menjadi ratu (ratu pertama kerajaan Paser) yang semula kerajaan Padang Bertinti menjadi kerajaan Sadurengas. Namun, dalam versi Pemerintah Kabupaten Paser, Kerajaan Sadurangas didirikan pada abad ke-16 atau sekitar tahun 1516.

 

Sebelum Putri Petong menikah dengan Abu Mansyur Indra Jaya. Putri Petong diyakini menganut kepercayaan animisme atau suatu kepercayaan yang memuja roh-roh halus dan dewa-dewa. Roh-roh halus atau dewa-dewa diyakini bisa membantu sewaktu-waktu diperlukan, untuk memanggil roh-roh halus tersebut dibutuhkan sebuah bangunan berbentuk rumah yang dinamakan Panti, di dalam panti tersebut diberi sesajen kue-kue yang dibuat berbentuk patung-patung dari tepung beras menyerupai roh yang akan dipanggil. Putri Petong setelah bersuamikan Abu Mansyur Indra Jaya, setahun kemudian Putri Petong melahirkan anak yang pertama seorang lelaki yang diberi nama Aji Mas Nata Pangeran Berlindung bin Abu Mansyur Indra Jaya. Tiga tahun kemudian Putri Petong melahirkan lagi seorang anak perempuan, yang diberi nama Aji Putri Mitir binti Abu Mansyur Indra Jaya dan enam tahun kemudian Putri Petong melahirkan lagi seorang lelaki yang diberi nama Aji Mas Pati Indra bin Abu Mansyur Indra Jaya.

       

Begitulah sedikit tentang sejarah kerajaan Paser, Kab Paser memiliki potensi arkeologis dan sejarah yang besar. Potensi arkeologis yang terdapat di Kab Paser  mulai dari temuan klasik hingga kolonial. Dengan potensi arkeologis yang begitu besar, Kab Paser  mendapat perhatian dari berbagai pihak salah satunya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur yang telah melakukan kegiatan sosialisasi, kajian potensi, untuk mendukung lahirnya kecintaan dan kepedulian terhadap Cagar Budaya.

Potensi arkeologis yang begitu besar di Kab Paser  menjadikan daerah ini sebagai kota yang penting bagi ilmu pengetahuan, terutama untuk pemahaman tentang pengetahuan sejarah perjalanan kemerdekaan. Dengan latar belakang kekayaan potensi arkeologis dan sejarah yang dimiliki Kab Paser  tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan sosialisasi kajian cagar budaya dan permuseuman kepada Siswa-Siswi yang berjumlah 60 peserta dari perwakilan seluruh sekolah yang ada di Kota Tana Grogot untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang Pelestarian Cagar Budaya.

Kajian cagar selalu menarik perhatian, baik karena bentuk maupun fungsinya yang sangat variatif atau ada suatu signifikansi yang dikandungnya. Menghadapi keadaan semacam ini, maka para ahli arkeologi dan sejarawan telah berhasil menyusun suatu pengelompokkan Cagar Budaya antara lain, ialah berdasarkan bahan-bahannya, yaitu ada yang dibuat dari batu, kayu atau bambu dan logam. Pengelompokkan lainnya, ialah berdasarkan kronologi atau zamannya, yaitu Cagar Budaya yang berasal dari zaman prasejarah, seperti dolmen, menhir, sarkofagus dan yang berasal dari zaman sejarah adalah prasasti, arca-arca kuno, candi dan lain-lainnya.

Kegiatan sosialisasi diselenggarakan selama 1 hari pada tanggal 24 April 2019 di Pendopo Museum Sadurengas. Acara sosialisasi ini diisi oleh narasumber yang berkompeten di bidangnya. Narasumber pertama yang memberi materi adalah Drs. Budi Istiawan,Plt. Kepala BPCB Kalimantan Timur dengan tema Visi, Misi dan Tupoksi BPCB Kalimantan Timur & Konsep Perlindungan Cagar Budaya. Materi Sejarah Kerajaan Paser untuk Pelestarian Cagar Budaya oleh Rusnawati, S.Pd M.Si dan Sejarah Kerajaan Paser serta silsilah keturunan kerajaan dan wilayah kekuasaanny Oleh Zulkarnain, S.S.

Untuk menambah pengetahuan tentang situs Cagar Budaya, puluhan Siswa Siswi mengikuti kegiatan field trip study di 4 situs Cagar Budaya yang ada di kota Tanah Grogot.

 

 

 

 

  • Tags:

Tuliskan Komentar Anda disini

Captcha tidak terbaca? klik disini untuk refresh.

Subscribe To Newsletter

Every week Get our latest update to your email.

!