Staf Ahli Mendikbud, Ir. Ananto: Pekan Seni Nasional 2019 Berformat Festival Bukan Pertandingan

Staf Ahli Mendikbud, Ir. Ananto: Pekan Seni Nasional 2019 Berformat Festival Bukan Pertandingan

Samarinda - Pekan Seni Nasional 2019 yang mengangkat tema "Membangun Ekosistem dan Ekspresi Seni" resmi dibuka langsung oleh Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI bidang Inovasi dan Daya Saing Ir. Ananto Kusuma Seta, M.Sc. P.hD pada Jumat Malam. (20/9).

Pembukaan juga dihadiri Plt. Sekertaris Daerah Prov. Kaltim, Ir. M. Sabani, M.Sc., Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Dr. Restu Gunawan, Kepala Taman Budaya Prov. Kaltim Ismit Rizal SE, pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Dewan Kesenian Prov. Kaltim, kurator dan narasumber kegiatan Pekan Seni Nasional.

Kegiatan ini menyuguhkan 3 (tiga) kegiatan utama yakni Pekan Teater Nasional, Pameran Besar Seni Rupa dan Pekan Seni Media selain itu juga akan ditampilkan screening film dalam acara Malam Layar Mahakam.

Penyelenggaraan kegiatan Pekan Seni Nasional ini merupakan salah satu cara menghidupkan ekosistem kesenian di Indonesia dan menyebarluaskan peran aktif dan inisiatif berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem kebudayaan. 

Kegiatan ini menghadirkan Pekan Teater Nasional terdiri dari 14 komunitas diantaranya dari suku Melayu, Dayak, Sunda, Jawa, Bugis dan Papua. Adapun kelompok teater berasal dari Aceh, Kaltim, Sumenep, Makassar, Papua Barat, Solo, Banyumas, Selayar, Padang Panjang, Jogjakarta, Bandung, Banten dan Jakarta.

Selanjutnya, Pameran Besar Seni Rupa dengan tema "Kayuh Baimbai" menampilkan karya lukisan, patung, instalasi, objek mural, drawing, fotografi dan tekstil dengan melibatkan hampir 100 perupa, baik koletif maupun personal dari kawasan Kalimantan, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Kemudian acara selanjutnya yaitu Pekan Seni Media dengan tema "Sinkronik" menampilkan 23 seniman dari berbagai daerah yang menggunakan medium teknologi media dalam praktek kesenian antara lain video maping, video art, light art, fotografi.

Secara umum pameran ini akan meninjau pemanfaatan teknologi dalam masyarakat sembari mengusut pengaruh media baru, komputer, internet, ponsel pintar, teknologi kecerdasan dan artifisial.

Selajutnya acara "Layar Mahakam", acara ini adalah hasil workshop dari direktorat kesenian untuk mengajak anak-anak muda membuat film dan lain-lain. 

Direktur Kesenian Dr. Restu Gunawan dalam laporan sebagai ketua penyelenggara menyampaikan kegiatan Pekan Seni Nasional perlu diadakan mengingat akan diselenggarakannya pekan kebudayaan nasional pada Oktober mendatang.


"Kegiatan Pekan Seni Nasional ini dirasa penting karena kegiatan ini adalah bagian penting menuju pekan kebudayaan nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 7 - 13 Oktober 2019 mendatang. Harapannya tentu Kalimantan Timur akan mengirimkan delegasi terbaiknya karena itu adalah puncak pekan seni di bidang kebudayaan."

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI bidang Inovasi dan Daya Saing Ir. Ananto Kusuma Seta, M.Sc. P.hD harapkan agar bisa dikembangkan satu desa satu budaya.

"Kita bersyukur ditakdirkan menjadi orang Indonesia, negeri besar dengan suku-suku yang lebih dari 500, bahasa yang lebih dari 700, yang semuanya diikat oleh kesatuan budaya Indonesia." ungkapnya.

"Format Pekan Seni Nasional itu ialah festival, bukan pertandingan. festival adalah pesta untuk siapa saja tanpa mengenal hierarki sosial, festival adalah tempat orang berkumpul untuk mengekspresikan semua kreatifitas budaya. Mka akami berharap tidak hanya di kota Samarinda, namun di setiap kota, setiap desa/kampung diadakan festival-festival. Kembangkan satu desa satu budaya." tambah Ananta.

Pekan Seni Nasional tahun 2019 berlangsung mulai 20 - 26 September Samarinda yang terbagi di beberapa tempat yaitu Taman Budaya Samarinda, Museum Samarinda dan Bigmall Samarinda.

 

 

 

 

  • Tags:

Tuliskan Komentar Anda disini

Captcha tidak terbaca? klik disini untuk refresh.

Subscribe To Newsletter

Every week Get our latest update to your email.

!