TEMU KARYA PEMBAHASAN KAJIAN CAGAR BUDAYA DAN PERMUSEUMAN

TEMU KARYA PEMBAHASAN KAJIAN CAGAR BUDAYA DAN PERMUSEUMAN

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim melalui Bidang Kebudayaan telah menggelar lomba penulisan karya tulis ilmiah cagar budaya tingkat SMA/SMK/MA se-Provinsi Kalimantan Timur di ruang Garuda Balroom Hotel Sagita Balikpapan. Kegiatan dalam rangka pelestarian dan perlindungan Cagar Budaya ini digelar selama tiga hari sejak tanggal 11 - 13 September 2019.

  

Tahap presentasi yang diikuti oleh 46 peserta merupakan tahap lanjutan dari tahap awal yakni penerimaan proposal karya ilmiah yang dikumpulkan dari bulan Agustus hingga 10 September 2019. Para peserta dibebaskan untuk membidik sektor cagar budaya di Kabupaten / Kota mereka sebagai bahan penulisan karya ilmiahnya.

 

Ibu Sukapti, M.Hum. selaku juri mengungkapkan bahwa peserta rata-rata memiliki kemampuan yang bagus. ’Mereka rata-rata bagus, mungkin yang kita kritisi adalah cara mengutip pernyataan atau literasi yang dipakai. Hampir semua sama, ada beberapa yang memiliki literatur yang berbeda, ada inovasi, bagaimana cara mensosialisasi cagar budaya, kami lebih menitikberatkan bagaimana mereka mengutip dan literatur yang mereka baca. Disini kita menguji, itu karya otentik atau karya siapa, maka kami perlu ada wawancara seperti ini,’’ ujar Ibu Sukapti, M.Hum.

Sedangkan Kepala Bidang Kebudayaan Ibu Effy Susanty berharap peserta memiliki kegiatan dalam pelestarian dari nilai cagar budaya. ‘’Minimal mereka tahu kondisinya masing-masing dan paham undang – undang cagar budaya. Ini merupakan alternatif lain dalam berkegiatan kebudayaan,’’.


   

‘’Yang hebat adalah guru pembimbing dan kepala sekolah yang antusias dan serius mengikuti ini terbukti ada beberapa yang mengirimkan peserta lebih dari satu. Dan diharapkan ketika mereka besar bisa menjadikan indikator dalam penulisan sejarah, ‘. Hal lain disampaikan oleh Kasi Perlindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur sekaligus narasumber yang telah mengamati perkembangan kegiatan tersebut.

 

‘’Dari tahun ketahun ada peningkatan terutama generasi pelajar mengenai pentingya cagar budaya sebagai jejak peradaban dan nilai penting bagi kehidupan ilmu pengetahuan sosial dan budaya, Yang sebelumnya bersifat informatif, sekarang yang menarik adalah nilai aplikasi yang mereka kembangkan untuk penyadaran generasi pelajar. Pemanfaatan media IT dan beberapa ada yang memprogramkan proses itu untuk pengenalan cagar budaya. Ada pula dengan pola permainan dalam memperkenalkan cagar budaya. Ada upaya serius bagaimana solusi yang dilakukan oleh mereka kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Timur supaya keberadaan cagar budaya bukan sekedar sebagai peninggalan sejarah, ini sangat menarik ada merupakan upaya serius tentang promosi dan cagar budaya kepada generasi muda.’’

   

    

Materi Kajian dibagi dua, yakni teori yang didapat di Hotel Horison Sagita Balikpapan, dan praktik berupa kunjungan ke empat situs yang ada di Kota Balikpapan, kemudian kembali ke hotel untuk mendiskusikan hasilnya. Dalam kegiatan ini hadir pula narasumber yang menyampaikan materi penyusunan data bahan kajian, yakni Kepala Bidang Kebudayaan.

  • Tags:

Tuliskan Komentar Anda disini

Captcha tidak terbaca? klik disini untuk refresh.

Subscribe To Newsletter

Every week Get our latest update to your email.

!