Workshop Pembuatan Bahan Ajar Digital

Workshop Pembuatan Bahan Ajar Digital

Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim melalui UPTD Tekkom & Infodik bekerjasama dengan Tim dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) adakan kegiatan Workshop dan TOT (Training Of Trainer) Pembuatan Bahan Ajar Digital untuk guru SMA/SMK dan SLB se Kaltim dari 10 Kabupaten/Kota yang sebelumnya sudah diadakan survey dari Tim UNY bersama dengan Tim dari Disdikbud Kaltim.

Workshop yang diikuti 50 orang peserta ini menghadirkan instruktur dari UNY dengan memaparkan materi antara lain penjelasan tentang TOT dan instalasi, media pembelajaran powerpoint-spiring tamplate, membuat video pembelajaran dengan menggunakan moviemaker, materi buku elektronik dengan menggunakan pdf flipbook dan presentasi produk buku elektronik dengan menggunakan pdf flipbook.

Kegiatan dilaksanakan selama 5 hari mulai 18 - 22 November, bertempat di Hotel MJ, Samarinda.

Mutanto, M.Si selaku ketua penyelenggara menyampaikan tujuan kegiatan adalah guru-guru diajarkan terkait materi yang sudah dirancang oleh tim dan berlanjut dengan pembuatan portal pendidikan yang bisa dimanfaatkan oleh guru-guru lainnya.

"Peserta yang hadir ini sudah disurvey dan dites sebelumnya dan terpilihlah 50 orang yang akan diajarkan materi yang sudah disiapkan tim dari UNY yang nantinya kami akan membuat portal untuk bisa dimanfaatkan guru-guru sebagai bahan ajar digital." tutur Mutanto.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Pendidikan UNY Dr. Sujarwo menyampaikan harapannya agar terus terpeliharanya kerjasama antara Disdikbud Kaltim dan UNY.

"Saya harap kerjasama dan komunikasi antara Disdikbud Kaltm dan UNY terus dipelihara, karena kami memiliki tanggung jawab terkait pendidikan, karena menteri pendidikan pada 1 januari membuat regulasi baru untuk melaksanakan 5 program kebijakan menteri. Perlu diketahui 5 program menteri Nadiem yaitu: (1) prioritaskan pendidikan karakter dan pengamalan Pancasila, (2) potong semua regulasi yang menghambat terobosan dan peningkatan investasi, (3) kebijakan pemerintah harus kondusif untuk menggerakkan sektor swasta agar meningkatkan investasi di sektor pendidikan, (4) semua kegiatan pemerintah berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dengan mengutamakan pendekatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang baru, (5) inovatif memperkuat teknologi sebagai alat pemerataan baik daerah terpencil maupun kota besar untuk mendapatkan kesempatan dan dukungan yang sama untuk pembelajaran." ucap Sujarwo.

Dalam sambutan Kepala Disdikbud Prov. Kaltim Anwar Sanusi, M.Pd sekaligus membuka acara berpesan agar guru-guru sebagai peserta mempunyai kewajiban setelah mengikuti workshop ini harus mendesiminasikan kepada guru-guru lain.

"Guru-guru setelah kegiatan ini wajib mendesiminikasikan dan sosialisasikan kepada guru-guru lain, berbagi pengetahuan. Selain itu membuat program pasti sulit maka dari itu Disdikbud bekerjasama dengan pihak UNY, semoga dapat diterapkan dan diikuti dengan baik." ucap Anwar.

  • Tags:

Tuliskan Komentar Anda disini

Captcha tidak terbaca? klik disini untuk refresh.

Subscribe To Newsletter

Every week Get our latest update to your email.

!