img
alt text

Kaltim Kekurangan Tenaga Penilik TK/PAUD

Kaltim Kekurangan Tenaga Penilik TK/PAUD

SAMARINDA – Hingga saat ini daerah-daerah di Kalimantan Timur masih kekurangan tenaga kependidikan untuk pendidikan non formal maupun informal setingkat Taman Kanak-Kanak (TK) maupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta sederajatnya.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kaltim H Musyahrim saat membuka Orientasi Teknis Pembinaan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini untuk Penilik/Pengawas PAUD angkatan I se-Kaltim 2011 di Samarinda, Senin (26/9).

Menurut dia, selama ini ada satu orang penilik harus mengawasi sepuluh bahkan lebih sekolah (TK,PAUD maupun Raudhatul Athfal). Padahal, idealnya satu orang penilik maksimal mengawasi sepuluh sekolah.

Sehingga, dengan porsi yang ideal tersebut diharapkan akan memudahkan dalam pembinaan bagi sekolah-sekolah tersebut. Terutama, pembinaan terhadap pola pendidikan yang diberikan para pengajar maupun guru-guru di TK maupun PAUD serta Raudhatul Athfal itu.

Sebab, pola pendidikan anak sejak usia dini ini menjadi masa-masa kritis dalam membentuk karakter dan prilaku anak di masa mendatang. Hasil pembinaan dan pendidikan yang diberikan saat ini akan terlihat prilaku anak-anak itu  setelah 15 hingga 20 tahun kedepan.

Pendidikan yang diberikan dimasa emas sejak usia 0-5 tahun merupakan usia yang sangat strategis dalam menanamkan pola-pola pembelajaran maupun pembinaan yang sesuai dengan usia dan kemampuan daya serap anak.

“Saat ini pendidikan di usia emas menjadi perhatian khusus terutama dalam upaya  membangun karakter sejak dini. Terlebih lagi banyak guru-guru yang mengajar di jenjang pendidikan ini yang belum memiliki kompetensi yang memadai, tentu kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kualitas pembinaan anak serta kejiwaannya,” jelas Musyahrim.

Sementara itu Ketua Pelaksana Orientasi Teknis Pembinaan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini untuk Penilik/Pengawas PAUD Sugeng Prayitno mengatakan orientasi ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan  dan kemampuan tenaga penilik/pengawas PAUD dalam membangun karakter anak.

“Kegiatan ini selain untuk meningkatkan pengetahua  dan wawasan para penilik PAUD khususnya dalam meningkatkan kepribadian anak, juga untuk  menyamakan persepsi  tentang pentingnya program pemberdayaan orang tua di lembaga PAUD. Sehingga para penilik maupun pengawas memiliki pemahaman dan kesamaan persepsi dalam melakukan tugas dan fungsinya,” harap Fatturahman.

Oreintasi bagi penilik/pengawas PAUD se-Kaltim ini dilaksanakan slama empat hari diikuti 140 peserta dengan dua angkatan  masing-masing 70 orang dari 14 kabupaten dan kota sejak 26-29 September 2011.

Untuk angkatan I masing-masing dari Samarinda sabanyak 9 orang, Balikpapan 7 orang, Kabupaten Paser 6 orang, Penajam Paser Utara 6 orang, Kutai Kartanegara 7 orang, Kabupaten Kutai Barat 6 orang, Kabuopaten Kuta Timur 5 orang, Bontang 6 orang.

Sedangkan Kabupaten Bulungan, Kabupaten Berau, Kota Tarakan dan Kabuoaten Nunukan serta Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung masing-masing sebanyak 3 orang peserta.(yans/adv)



Copyright © 2014 Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
Supported by IT Disdik