img
alt text

Mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah Th 2012

Mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah Th 2012

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2012 untuk SD dan SMP telah disosialisasikan secara nasional pada tanggal 13 – 15 Desember 2011 di Hotel Twin Plaza Jakarta yang dihadiri oleh BPKD, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Ketua BOS Provinsi dan Kepala Dinas Pendidikan Kab./Kota seluruh Indonesia.

Mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2012 mengalami perubahan yaitu dari transfer ke kabupaten/kota pada tahun 2011 menjadi transfer ke provinsi untuk tahun 2012 ini dengan mekanisme seperti pada gambar berita ini.

Pelaksanaan program BOS akan diatur dengan 3 peraturan menteri yaitu :

  1. Peraturan Menteri Keuangan tentang Pedoman Umum dan Alokasi BOS Tahun 2012
  2. Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman Pengelolaan BOS Tahun 2012
  3. Peraturan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2011 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS dan Laporan Keuangan BOS Tahun 2012

Tujuan pemberian BOS secara umum untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu, sedangkan secara khusus :.

  • Membebaskan seluruh siswa SD/MI negeri dan SMP/MTs negeri terhadap biaya operasional sekolah, kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI). Sumbangan/pungutan bagi sekolah RSBI dan SBI harus tetap mempertimbangkan fungsi pendidikan sebagai kegiatan nirlaba, sehingga sumbangan/pungutan tidak boleh berlebih.
  • Membebaskan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta.
  • Meringankan beban biaya operasional sekolah bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs swasta.

Secara nasional BOS mengalami kenaikan sekitar 40 % dari BOS 2011 (Rp 16,3 T menjadi Rp 23,5 T), dengan harapan bisa memastikan prinsip pengelolaan sekolah Wajib Belajar 9 th berjalan dengan baik dan Target kita adalah memastikan bahwa, mekanisme penyaluran dan pemanfaatan BOS 2012 memenuhi prinsip ketepatan: waktu, jumlah, sasaran dan penggunaannya (peraturan dan tatalaksananya harus menjamin).

Alokasi dana BOS tahun 2012 untuk Provinsi Kalimantan Timur sebesar :

  1. Jenjang SD                        : Rp. 271.315.880.000,- untuk 467.786 siswa
  2. Jenjang SMP                      : Rp. 111.610.580.000,- untuk 157.198 siswa

Alokasi dana Cadangan BOS tahun 2012 sebesar :

  1. Jenjang SD                        : Rp.13.948.420.000,- untuk 24.049 siswa
  2. Jenjang SMP                      : Rp.  5.738.220.000,- untuk 8.082 siswa

Total dana BOS tahun 2012 sebesar Rp. 402.613.100.000,- dengan besaran masing-masing siswa untuk jenjang SD Rp. 580.000,- /siswa/tahun dan jenjang SMP Rp. 710.000,-/siswa/tahun.

Adapun rincian per kabupaten/kota sebagai berikut :

REKAPITULASI DANA BOS SD DAN SMP TAHUN ANGGARAN 2012

PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

No

Kabupaten / Kota

             Jenjang SD

           Jenjang SMP

        Total SD + SMP

 Jlh. Siswa

 Jlh. Dana BOS

 Jlh. Siswa

 Jlh. Dana BOS

 Jlh. Siswa

 Jlh. Dana BOS

1

SAMARINDA

83,492

48,425,360,000

29,674

     21,068,540,000

        113,166

     69,493,900,000

2

BALIKPAPAN

64,900

37,642,000,000

24,674

     17,518,540,000

          89,574

     55,160,540,000

3

TARAKAN

24,020

13,931,600,000

7,675

        5,449,250,000

          31,695

     19,380,850,000

4

BONTANG

19,468

11,291,440,000

7,491

        5,318,610,000

          26,959

     16,610,050,000

5

KUTAI KERTANEGARA

84,604

49,070,320,000

26,138

     18,557,980,000

        110,742

     67,628,300,000

6

KUTAI TIMUR

38,337

22,235,460,000

11,567

       8,212,570,000

          49,904

     30,448,030,000

7

KUTAI BARAT

25,243

14,640,940,000

8,841

        6,277,110,000

          34,084

     20,918,050,000

8

BULUNGAN

16,391

9,506,780,000

5,977

        4,243,670,000

          22,368

     13,750,450,000

9

BERAU

26,005

15,082,900,000

8,248

        5,856,080,000

          34,253

     20,938,980,000

10

MALINAU

10,890

6,316,200,000

3,591

        2,549,610,000

          14,481

        8,865,810,000

11

NUNUKAN

21,735

12,606,300,000

7,359

        5,224,890,000

          29,094

     17,831,190,000

12

TANA TIDUNG

2,586

1,499,880,000

863

           612,730,000

3,449

        2,112,610,000

13

PASER

30,536

17,710,880,000

9,374

        6,655,540,000

          39,910

     24,366,420,000

14

PANAJAM PASER UTARA

19,579

11,355,820,000

5,726

        4,065,460,000

          25,305

     15,421,280,000

 

TOTAL

467,786

271,315,880,000

157,198

   111,610,580,000

        624,984

   382,926,460,000

 

Penyaluran dana BOS dilakukan 3 bulanan (Jan-Maret, April-Juni, Juli-September, Oktober-Desember), penyaluran dana dari KUN ke KUD Provinsi paling lambat 14 hari kerja untuk triwulan I dan triwulan IV dan 7 hari kerja untuk triwulan II dan triwulan III, penyaluran dana dari BUD provinsi ke sekolah paling lambat 7 hari kerja setelah dana diterima di KUD dan untuk sekolah di daerah sulit penyaluran dana BOS ke sekolah akan dilakukan 6 bulan sekali.

Dana BOS yang diterima sekolah dapat digunakan untuk membiayai komponen kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

  1. Penggantian buku teks pelajaran yang rusak
  2. Kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru
  3. Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa
  4. Kegiatan Ulangan dan Ujian
  5. Pembelian bahan-bahan habis pakai
  6. Langganan daya dan jasa
  7. Perawatan sekolah
  8. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer.
  9. Pengembangan profesi guru
  10. Membantu siswa miskin
  11. Pembiayaan pengelolaan BOS
  12. Pembelian perangkat komputer 
  13. Biaya lainnya jika  seluruh komponen 1 s.d 12 telah terpenuhi pendanaannya dari BOS 

Sementara komponen kegiatan-kegiatan yang dilarang menggunanakan dana BOS yaitu :

  1. Disimpan dengan maksud dibungakan;
  2. Dipinjamkan kepada pihak lain;
  3. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar;
  4. Membiayai kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/Kabupaten/ Kota/Provinsi/Pusat, atau pihak lainnya, kecuali untuk menanggung biaya siswa/guru yang ikut serta dalam kegiatan tersebut;
  5. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru;
  6. Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah), kecuali untuk siswa penerima SSM;
  7. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat;
  8. Membangun gedung/ruangan baru;
  9. Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran;
  10. Menanamkan saham;
  11. Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat atau pemerintah daerah secara penuh/wajar;
  12. Membiayai kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasi sekolah, misalnya membiayai iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional dan upacara keagamaan/acara keagamaan;
  13. Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/ pendampingan terkait program BOS/perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar SKPD Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan



Copyright © 2014 Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
Supported by IT Disdik