Selamat Datang di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur | Selamat Datang di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur | Selamat Datang di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur | Selamat Datang di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur

Guru Profesional Memiliki 4 Syarat

Kamis, 22 Maret 2012

SAMARINDA - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kaltim, H Musyahrim mengatakan guru bisa disebut profesional jika sudah memiliki empat syarat, yakni berkualifikasi akademik, berkompeten, bersertifikat, dan mampu mewujudkan tujuan pendidikan. 

“Di samping itu, guru juga harus sehat jasmani dan rohani, karena jika sering sakit-sakitan, maka akan sulit untuk dapat menjadi guru profesional. Untuk itu guru harus rutin berolahraga agar sehat,” kata Musyahrim.
   
Menurutnya, kualifikasi akademik yang dimaksud adalah, guru harus berpendidikan Strata Satu (S1) atau Diploma Empat (D IV).

   
Sedangkan berkompeten adalah, guru harus memiliki kompetensi (keahlian) dan kepribadian teguh dalam mendidik, mengajar, melatih, mengarahkan, menilai dan mampu mengevaluasi para peserta didiknya.

   
Sementara untuk mendapatkan sertifikat, guru harus mengikuti ujian sertifikasi sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang Sisdiknas. Di antara tujuan sertifikasi di antaranya agar kesejahteraan guru semakin meningkat.

   
Guru yang telah bersertifikasi akan mendapat gaji tambahan yang nilainya sama dengan gaji pokok. Jika gaji pokok guru sebesar Rp2 juta, maka akan mendapat gaji tambahan dengan nilai yang sama sehingga total senilai Rp4 juta per bulan, belum termasuk tunjangan lainnya.

     
“Sebagai konsekuensi dari sertifikasi, maka guru yang telah memiliki sertifikat pendidik berhak mendapatkan tunjangan profesi yang setara dengan satu kali gaji pokok yang diterimanya tiap bulan,” ujar Musyahrim.

   
Selain tunjangan profesi, lanjutnya, bentuk perhatian pemerintah untuk menjadikan guru lebih bermartabat adalah pemberian subsidi tunjangan fungsional dan tunjangan khusus, serta pemberian biaya peningkatan kualifikasi akademik atau disekolahkan hingga S1 atau S2.

   
Untuk subsidi tunjangan profesional, diberikan kepada guru yang statusnya bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS), yakni guru yang bertugas di sekolah pada pendidikan dasar dan menengah yang telah memenuhi persyaratan.

   
Sedangkan untuk tunjangan khusus, diberikan pada guru yang bertugas di daerah khusus baik yang berstatus PNS maupun bukan. Daerah khusus yang dimaksud antara lain daerah terpencil atau terbelakang, daerah yang berada di perbatasan negara, daerah yang dalam kondisi bencana, dan daerah yang dalam keadaan darurat. (pay)

Sharing Berita


Komentar

  • ahmad nasir :
    cipz bagus bgt komen2nya..sya dukung 100% demi kemajuan pendidikan kita.
  • Guru Pantura :
    Guru profesional tidak hanya mengajar di dalam kelas tapi tru berupaya untuk meningkatkan skill dan kompetensinya di sekolah dan juga di masyarakat. salam guru pantura.
  • alikogia :
    bener tuh kata admin... makam doeloe
  • ufyan yohana :
    semakin banyak guru mencetak generasi muda yang cerdas dengan metode metode yang sangat luar biasa, dan menjadi ORANG BESAR, namun mengapa koruptor di indonesia semakin meraja lela, dimana letak pendidikan?
  • Sofiandi :
    Assalamu`alaikum. Semoga pendidikan di negeri kita semakin maju dan berkembang, maka untuk mewujudkan hal tersebut tidak semudah kita membalikkan telapak tangan. Mari sama-sama seluruh stakeholders untuk mendukung apa yang telah direncanakan sehingga bermakna hasilnya dan dapat kita pertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat. wassalam, Sofiandi di Aceh
  • Yuyun Ina :
    Moga pendidikan Indonesia lbh maju. Karena saya prihatin dg pengetahuan sejarah generasi muda. Saya lulusan S1 Pend. Sejarah ingin mengadbikan ilmu agar wawasan sejarah lbh mengena & mengubah image "Pelajaran Sejarah Membosankan" menjadi "Pelajar Sejarah yg Menyenangkan." Email: zhun.dreffir@gmail.com
  • Try Out Online :
    nah, ngomongin soal peran guru untuk pendidikan saya nemuin nih situs yang bisa dipakai oleh guru,siswa dan orang tua, nanti guru bisa mengevaluasi belajar siswanya lewat situs ini http://id.gameforsmart.com/ nah sekalian mau informasikan kalau di situs http://id.gameforsmart.com/ ini diadakan lomba cerdas cermat online se-jawa timur ke-2,untuk jenjang SD dan SMP. cepetan ikut, terakhir Februari 2013 lo.
  • Istikmaludin,s.Ag :
    Wahai Guru teruslah tuntun anak-anak yang perlu mendapatkan ilmu,engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa
  • Istikmaludin,s.Ag :
    Wahai Guru teruslah tuntun anak-anak yang perlu mendapatkan ilmu,engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa
  • rakyat jelata :
    Apa dengan sudah mengikuti UKA, PLPG akan menciptakan guru profesional ? Kita lihat hasilnya, ... itu semua hanya pemborosan anggaran pendidikan.
  • khalil gibran :
    guru emang profesi yang sangat mulia, bahkan guru itu adalah makhluk yang langka,gimana ga langka, guru harus punya keterampilan yang luar biasa dan serba bisa.liat aja guru harus tahu gimana menghadapi karakter yang bermacam-macam
  • lela :
    guruku....."PAHLAWANKU"
  • LA UJU :
    UJU guru adalah....saat melihatnya, dia inspiator.....saat tidak hadir, dia dirindukan....saat ada masalah, dia problem solver.....yang tiada henti menuntun muridnya mengenal tuhannya...
  • Novia Purna Irawan :
    Guru Non PNS yang sudah memiliki sertifikat pendidik yang hanya bermodalkan SK Kepala Sekolah kenapa tidak bisa di proses dalam hal pencairan. Semoga pemerintah tidah memilah-milah baik itu PNS maupun Non PNS. smua sma gru. jgn beralasan karena aturan harus SK Bupati atau SK dari pjbat eselon II. Smoga Pemerintah membuat kbijakan baru tentang Juklak & Juknis Sertifikasi Khususnya bagi Non PNS di Sekolah Negeri. Trims.....
  • Aghniya' :
    bingung nie...disuruh dosen buat makalah tentang guru yang profesional antara harapan dan kenyataan....yang terpikir saat ini aku mau ngambil judul tentang kinerja guru khususnya yang pns yang lari dari tugas mengajar, datang kesekolah telat, datang cuma sms-an ndak tahu ma siapa...guru yang ndak bisa ngajar....tapi aku dapat nya dari mana ya???? da usul???
  • miftakhun nikmah :
    guru adalah....saat melihatnya, dia inspiator.....saat tidak hadir, dia dirindukan....saat ada masalah, dia problem solver.....yang tiada henti menuntun muridnya mengenal tuhannya...
  • miftakhun nikmah :
    guru adalah....saat melihatnya, dia inspiator.....saat tidak hadir, dia dirindukan....saat ada masalah, dia problem solver.....yang tiada henti menuntun muridnya mengenal tuhannya...
  • miftakhun nikmah :
    guru adalah....saat melihatnya, dia inspiator.....saat tidak hadir, dia dirindukan....saat ada masalah, dia problem solver.....yang tiada henti menuntun muridnya mengenal tuhannya...
  • Abdul Hakim :
    Syarat guru profesional: 1. Menguasai subtansi keilmuan sesuai bidangnya 2. Menguasai ilmu-ilmu pedagogi dan andragogi 3. Menguasai metodelogi pembelajaran yang mendidik 4. Menguasai ICT dan penelitian yang terkait dengan pekerjaan guru (Hammond-Linda Darling, 2005)
  • UMAR SUTRISNO :
    AS.jadilah guru yang benar,dengan bersungguh -sungguh dalam mengajr dan mendidik anak banggsa dengan penuh kesabaran dan keiklasan hanya mengharap rahmat dan Ridlo Allah SWT, sehingga menjadi ladang amal bagi kita dan bekal menghadap Allah SWT.insya Allah
  • albur,S.Pd :
    Pendidikan kebutuhan primer dan skunder bagi tiap insan , untuk menuju ke arah itu, perlu pembenahan setiap jenjang pendidikan, selama ini terkesan amburadur, tidak sejalan Peraturan Permen2yang, jalan sediri sendiri, karena tidak kosisten atran, perbuatan dan perkataan, semua mmua kita mengharapkan mutu lulusan pada setiap satuan pendidikan betul2 nilai murni dari siswa, tapi kenyataannya sebaliknya, bukan menyalahkan siapa2 tapi kenyataan guru masih dibawah profesional, hanya di kertas diakui profesional, kenapa? karena kurang pengawasan melekat dari pihak penyelenggarakan Pendidikan, suvervtsi tidak berjalan, tindakan ti perhatiandak efektif, jangan guru untuk mengajar, Kepala sekolah tidak pernah mengajar, padahal 6 jam saja mengajar tidak mau dimana guru mencontoh mengajar, alasan kepala sekolah sibuk banyak urusan, itu hanya mengada-ngada, ini perlu perhatian pihak yang berkompeten kalau ini tidak berjalan jangan harap mutu lulusan murni. semua fasilitas lengkap setiap jenjang pendidikan, Berlah wewenang kepada pengawas sepenuhnya sesuai aturan yang ada dan pilih pengawas yang betul-betul profesional, jangan guru atau kepala sekolah yang rusak di tunjuk ke pengawas, ini kenyataan di lapangan. al
  • panji darussalam :
    jadilah guru yang baik (profesional ) kalau tidak jangan jadi guru....orang jawa bilang Guru di gugu dan dtiru ...disamping profesional guru harus mengajar cerdas.mengajar keras ,mengajar tuntas,mengajar integritas dan mengajar ikhlas sepenuh hati...
  • admin :
    sudah jangan coment lagi sudah penuh inbox nya.... udah dari pada coment makan dulu sana... coment anda tak ada yang bagus...
  • martio :
    guru yang prospesional adalah guru yang mampu memberikan nilai 100 untuk semua siswanya walaupun tidak pintar itu yang benar...guru pelayan siswa
  • linda nur oktiana rahayu :
    guru profesional, semua mahasiswa yang ngambil jurusan keguruan selalu menginginkan untuk menjadi guru profesional. menurut saya guru profesional bukan hanya keinginan melainkan harus dimiliki oleh semua guru di Indonesia sehingga fakultas keguruan harus benar'' sudah memberikan arahan untuk menjadi sosok guru yang profesional, selain itu di tambah dengan pengalaman mengajar di lapangan sosok guru harus bisa beradatasi dengan baik.
  • Berikan Komentar