Selamat Datang di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur | Selamat Datang di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur | Selamat Datang di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur | Selamat Datang di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur

Cerdas Cermat 4 Pilar

Kamis, 20 Desember 2012

SAMARINDA-Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim bersiap menggelar Cerdas Cermat 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara untuk jenjang SMA dari 14 kabupaten dan kota se- Kaltim. sedangkan pelaksanaannya akan digelar pada April tahun depan.

“Cerdas Cermat 4 Pilar ini merupakan agenda tetap Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), sehingga pemenang tingkat provinsi akan mewakili berlomba di tingkat nasional,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMP dan SMA Dinas Pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim) Asli Nuryadin.

Cerdas Cermat itu disebut 4 Pilar karena materi yang ditanyakan dalam cerdas cermat adalah seputar pengetahuan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni mengenai Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan tentang Bhineka Tunggal Ika.

Saat ini, lanjutnya, Dinas Pendidikan Kaltim sedang menyurati ke Dinas Pendidikan di kabupaten dan kota, agar masing-masing daerah melakukan seleksi ke sekolah-sekolah.

Selanjutnya, sekolah yang dinilai paling layak mengikuti cerdas cermat tingkat provinsi, segera mengirimkan datanya ke Dinas Pendidikan Kaltim paling lambat 5 Februari 2013.

Pengiriman nama sekolah dan daftar nama peserta lomba akan menjadi data base bagi Pemprov Kaltim untuk melakukan koordinasi berikutnya, di samping juga untuk pengiriman bahan yang akan ditanyakan dalam lomba tersebut.

Menurutnya, latar belakang digelarnya cerdas cermat ini karena disadari bahwa masyarakat di Indonesia sangat majemuk, yakni terdiri berbagai suku, bahasa, agama, dan kepercayaan, sehingga harus menjadikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan berbangsa dalam membangun sinergi dan kesatuan bangsa.

Lomba tersebut juga merupakan salah satu media untuk memasyarakatkan dan membudayakan pentingnya penyelenggaraan kehidupan berkonstitusi, yakni melalui pemahaman aturan dasar bernegara.

Di samping untuk membangun dan membina persahabatan antargenerasi muda, sehingga dapat memperkokoh persatuan bangsa dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

“Penyelenggaraan ini juga sangat penting bagi siswa, yakni selain untuk memupuk jiwa nasionalisme, memahami makna keberagaman, memperkaya pengerahuan, juga mampu menghindarkan kegiatan siswa yang negatif seperti tawuran dan penggunaan narkoba,” ujar Asli. (pay).

Sharing Berita


Berikan Komentar